GRADUATION : APAKAH KITA BENAR-BENAR SUDAH “LULUS” ?

Semasa kuliah S1 dulu, ada jargon yang berseliweran di kalangan mahasiswa yang “susah” lulus yaitu : sering-seringlah mengunjungi gedung tempat pelaksanaan wisuda, dan atau banyak-banyaklah mendengarkan mars kampus, hymne kampus, dan juga terutama lagu “Gaedamus Igitur” atau yang lebih dikenal dengan mars mahasiswa / pelajar sedunia .

“Gaedamus Igitur” adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.

Beberapa hari ini, saya tiba tiba rindu dengan lagu ini , rindu dengan gegap gempita , cucuran air mata, tangis haru-biru dan isak bahagia yang menggema di gedung tempat pelaksanaan wisuda dilakukan, saya mendengarkan lagu ini berulang-ulang dengan perasaan rindu untuk kembali merasakan momentum sakral itu kelak tahun depan di jenjang S2(amiin).

Tapi saya tidak ingin sekedar menceritakan melancholia yang saya rasakan , saya ingin menceritakan apa yang saya lihat dan saya rasakan melihat siswa-siswi My Liberty English School Angkatan Ke V menjalankan proses wisuda yang khidmat pada tanggal 9 desember kemarin , sebuah momentum yang mungkin menjadi kali pertama bagi mereka mengenakan toga dan di wisuda, dalam hati saya berdoa semoga momentum sakral itu bisa mereka rasakan lagi kelak saat masuk ke jenjang universitas kelak .

Banyak dari kita yang memaknai wisuda sebagai sebuah moment seremonial belaka, hingga sakralitasnya saat ini jauh berkurang, meski euphorianya masih terasa untuk sebagian kalangan tetap terasa melekat kuat , wisuda adalah penanda dari sebuah gerbang yang mengantar kita sebagai penuntut ilmu menuju sebuah jalan setapak kehidupan kita masing masing yang ujungnya adalah misteri , dan dengan belajar di academia , di sekolah, kampus dan lembaga belajar lainnya kita sebenarnya telah membangun peta menuju jalan setapak yang penuh misteri itu , ilmu yang kita pelajari adalah clue bagi kita dalam menapakinya kelak

Menurut salah satu Dosen jurusan ilmu komunikasi FISIP Unhas,Dr.Syamsuddin Aziz.M.Phil yang  merupakan guru saya , wisuda adalah saat dimana kita sebagai pelajar telah menyelesaikan satu fase belajar , dimana kita telah dipersiapkan untuk menuju fase berikutnya ,pemindahan tali toga itu adalah symbol bahwa kesombongan dalam diri orang yang berilmu tidak semestinya ada, sebab untuk posisi tali toga-nya pun kadang ia lupa memposisikannya dengan benar .sebuah analogi yang menyentuh .

Sekali lagi …..

To all libertian ….

Mari nikmati moment sakral itu …

.sebagai bagian dari mozaik kenangan yang mengkristal

Dalam setiap ingatan kita sebagaimana dalam penggalan lirik berikut

Gaudeamus igitur

Juvenes dum sumus.

Post jucundam juventutem

Post molestam senectutem

Nos habebit humus.

Mari kita bersenang-senang

Selagi masih muda.

Setelah masa muda yang penuh keceriaan

Setelah masa tua yang penuh kesukaran

Tanah akan menguasai kita.

Vivat academia!

Vivant professores!

Vivat membrum quod libet

Vivant membra quae libet

Semper sint in flore.

Panjang umur para pengajar!

Panjang umur setiap pelajar!

Panjang umur seluruh pelajar!

Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

MY LIBERTY INTERNATIONAL ENGLISH SCHOOL

10/12/2018

18:25 pm

Dody Kurniawan S.Sos

(Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Unhas dan juga sebagai dosen  Sekolah Profesi My Liberty )